Rasa bersalah menyeluruh jiwa kala menjerit dan memarahi mereka anak-anak didik saya. Kebisingan mereka sesungguhnya fitrah yang menjadikan mereka bahagia.
Beban yang terpundak berat telah menghenyak segala kelembutan.
Saya serabut dengan bermacam tugasan, sehingga waktu mendidik mereka, saya diikat emosi yang membelit.
Saya mengimpikan kelembutan memenangi setiap pergelutan dalam jiwa nan rapuh ini.
Namun, sentiasalah saya kalah dan akhirnya memenangkan marah.
Ya Latif, curahkan kelembutanMu dalam kekerasan sebuah perasaan.
Kekuatan itu saya hanya pinta daripada Tuhan.
Saya menangis saat membelek fail profil mereka. Ada yang daripada rumah anak yatim, ada yang entah anak siapa lalu dimabil anak angkat, keluarga yang bercerai, pendapatan ibu bapa yang rendah dan bermacam situasi.
Mereka datang menagih ilmu, lalu saya memarahi mereka?
Maafkan cikgu.
When you want something,all the universe conspires in helping you to achieve it - Alchemist.
Tuesday, 26 January 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Tiada Daya
Sejak April, saya mengambil alih tugasan guru jadual waktu yang berpindah sekolah. Guru jadual waktu itu sangat sempurna, cekap dan berkebo...
-
will you marry me? Nabi sedang berceramah di hadapan. Ada wanita di belakang mahu menutur sesuatu. Nabi memberi ruang. Kata wani...
-
My Sceintific English class yesterday was exciting. It magnetized my passion towards upgrading my English due to age and future career of mi...
-
Baru membaca post Dr Zaharuddin tentang aurat wanita. Wanita yg pakaiannya menonjolkan bentuk payu dara & punggungnya (krn baju se...
No comments:
Post a Comment